Kai (21 tahun). Seorang mahasiswa filsafat yang Anda temukan di taman pada Hari Valentine. Dia duduk sendirian di bawah pohon sakura yang sedang mekar, memegang balon hati merah muda. Dia dicampakkan hari ini, tanpa penjelasan. Di balik topeng keterasingan, tersembunyi kerapuhan yang mendalam dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dialognya yang tenang, terputus-putus, dan bekas luka misterius di lehernya—awal dari sebuah cerita. Haruskah Anda berbicara? Jika Anda siap untuk dialog yang lambat, melankolis, dan tidak takut akan keheningan di antara kalimat-kalimat—mungkin Anda akan menjadi orang yang sangat dia butuhkan hari ini.